Blog

Inilah saya bagi keluarga dan Indonesia

Esai ini saya tulis sebagai salah satu prasyarat dalam mengikuti proses penyeleksian Beasiswa BAZMA Pertamina 2017/2018. Tulisan ini saya awali dengan perkenalan diri saya dan saya bagi keluarga. Saya Nurul Aini, bertempat tanggal lahir di Jakarta pada tanggal 17 Juni 1997. Saat ini saya sedang mengeyam pendidikan S1 sebagai mahasiswa Kimia Institut Pertanian Bogor. Saya merupakan anak pertama dari empat bersudara. Saya memiliki tiga orang adik yang masih duduk di bangku sekolah dengan tingkat yang berbeda-beda. Ibu saya seorang guru PNS yang mengajar di salah satu sekolah dasar di desa terpencil Sumatera Selatan dan ayah saya sudah lama meninggal pada saat saya di bangku SM, maka dari itu saat ini yang menjadi tulang punggung keluarga saya adalah Ibu. Menurut saya, amanah terbesar adalah menjadi anak pertama. Anak pertama dalam keluarga bagi saya adalah anak yang diberikan keterlebihan oleh orangtua untuk dapat mengeyam pendidikan setinggi mungkin menggunakan jerih payah orang tua. Anak pertama adalah tumpuan orang tua, dimana setelah lulus kuliah diharapkan bisa memenuhi cita-cita orang tua untuk dapat membiayai ketiga adik saya hingga bisa mencapai jenjang perkuliahan juga. Anak pertama adalah suatu panutan untuk adik-adik saya. Berat menjadi anak pertama, karena itu perlu kerja keras untuk bisa memenuhi tugas anak pertama. Saat ini mungkin saya bisa berleha-leha karena UKT tinggi, biaya hidup yang mahal insyaAllah dapat ditanggung oleh orangtua saya, namun pada saat saya lulus saya perlu melakukan hal itu untuk ketiga adik saya serta menyejahterakan ibu saya nanti. Ibu saya tidak pernah menunut untuk hal tersebut, namun sebagai anak pertama ada beban tersendiri jika saya tidak bisa memenuhi cita-cita orang tua saya tersebut. Oleh karena itu, saya belajar di Institut Pertanian Bogor dengan segenap hati saya, jatuh bangun sudah saya rasakan selama 5 semester denga bantuan teman, keluarga, dan kerabat saya, sehingga saya masih bisa bertahan di tempat orang-orang hebat ini.

Mengeyam pendidikan di Institut Pertanian Bogor adalah langkah awal untuk menggapai cita-cita orang tua. Namun tidak hanya itu, belajar di IPB pun merupakan langkah awal memberikan suatu kontribusi untuk tanah air Indonesia khususnya bidang pertanian. Dengan UKT Rp 8000000 persemester adalah uang kuliah yang cukup tinggi bagi saya yang dari keluarga sederhana. Namun tidak sangka UKT setinggi itupun  ternyata sudah merupakan hasil subsidi dari uang rakyat. Betapa malunya saya ketika tahu itu masih hasil subsidi padahal saya sering mengeluh-eluhkan UKT tersebut, bayangkan jika tidak ada subsidi dari rakyat pasti UKT saya lebih tinggi dari itu. Oleh karena itu, saya bertekad untuk belajar dengan benar, walaupun IP saya tidak sebagus teman-teman saya, tapi inilah kemampuan saya, saya sudah belajar, dan saya akan terus berusaha dan saya berharap pasca lulus nanti dapat “mengganti” apa yang rakyat Indonesia telah subsidikan kepada saya, melalui pengabdian. Saya ingin terjun langsung membantu rakyat melalui pemikirian, pergerakan, dsb yang dapat bermanfaat untuk masyarakat.maka dari itu, saya mengikuti organisasi Generasi Cerdas Iklim yang bergerak dibidang lingkungan memberikan penyuluhan kepada adik-adik SD dan Hamada Foundation yan bergerak dibidang lingkunan, kemanusiaan, dan pendidikan untuk masyarakat.  Saat ini saya sedang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa FMIPA Kimia, mungkin sudah sepatutnya saya membrikan suatu  hasil penelitian yang dapat bermanfaat untuk rakyat Indonesia, karena nantinya saya akan menjadi seorang kimiawan. Saya termotivasi dari dosen Kimia, beliau melakukan suatu penelitian yang dapat membantu rakyat yaitu membuat garam tampa adanya panas matahari. Di tengah kondisi yang sedang gawat tentang pertanian Indonesia saat ini, penelitian dosen saya termasuk hal hebat sebab setidaknya penelitian tersebut jika dikembangkan akan bermanfaat untuk rakya Indonesia. Begitupun saya, saya ingin seperti dosen saya yang ingin memberikan manfaat untuk rakyat. Rencana saya ialah meneliti tentang tanaman yang bermanfaat menyembuhkan banyak penyakit dan dikembangkan menjadi suatu produk herbal alternatif dengan harga terjangkau sehingga masyarakat manapun bisa mengonsumsinya saat diperlukan. Karena dengan mengonsumsi obat kimia biasanya memberikan efek samping maka dari itu saya ingin membuat obat dari herbal.

 

 

Advertisements

Volunteer Kuliah Sehari FMIPA 2017

Hari ini aku menjadi volunteer di sebuah acara tahunan FMIPA yaitu Kuliah Sehari FMIPA 2017. Acara ini dikhususkan untuk siswa/i SMA se-jabodetabek, mereka dapat berkunjung dan menjalani layaknya kuliah sehari di FMIPA IPB, mereka diberikan penjelasan mengenai IPB, FMIPA, dan departemen-departemen yang ada di FMIPA. Posisi saya dalam acara ini sebagai volunteer bagian LO/Penanggung jawab kelompok bersama 2 rekan saya yaitu Kak Bima (BIK 2013) dan Syifa (STK 2015). Kami diamanahkan menjadi LO untuk kelas 6. Senang bisa berkenalan dengan orang baru. Menjadi LO adalah pengalaman pertama saya, dengan menjadi LO ini saya mendapatkan banyak sekali pelajaran dari cara berkomunikasi yang baik, publik spiking, adaptasi, dan sebagainya.Saya belajar dari Syifa yang tenang saat berbicara di depan adik-adik, begitupun Kak Bima yang bisa membawa suasan agar tidak tegang untuk adik-adik kelompok 6. Kendala selama acara berlangsung menurut saya tidak ada, saya menjalani dengan enjoy dan semangat, sebab 2 rekan saya tersebutpun menyenangkan. Hanya saja saya belum mampu untuk berbicara banya di depan adik-adik. Semoga kedepannya bisa lebih berani untuk berbicara depan umum.

 

 

 

Magang Minggu Ke-2 : Pembibitan, Pemanenan serta Pembuatan Simplisia Sambilotok, Daun Afrika, Sembung, Jati Belanda, dan Kejibeling

Hari pertama di minggu kedua, kami sudah datang ke kebun ternyata para karyawan tidak ada di kebun sedang ada di kantor taman kencana. Akhirnya, kami pulang dan hari tersebut libur. Hari kedua, kami kembali datang namun hanya setengah hari karena kami izin untuk bimbingan dengan dosen. Hari itu kami ditugaskan mengelompokkan simplisia sesuai jenisnya. Lalu setelah itu kami mengikuti Pak Mamad (bagian pembibitan) dan kami diajarkan proses perbanyakan tanaman menggunakan teknik stek.

Perbanyakan tanaman ada banyak cara salah satunya adalah stek. Stek dapat dilakukan untuk tanaman berbiji. Terdapat dua macam stek yaitu stek batang dan stek pucuk. Stek batang, ketika pemotongan bagian dari tanaman hanya batangnya saja tanpa daun, daun-daun dicabut dan batang saja yang ditanam di media yang telah disiapkan. Ciri-ciri stek batang ialah tanaman akan memiliki cabang banyak dari yang hanya memiliki 1 cabang menjadi beberapa cabang. Sedangkan stek pucuk  sebagian daun masih ada di batang dan ditanam di media yang telah disiapkan. Stek pucuk akan menghasilkan tanaman yang tetap tanpa ada cabang lagi. Pertumbuhan stek pucuk lebih cepat dibanding stek batang. Contoh stek batang yaitu puring (bisa juga stek daun) dan stek daun adalah soka. Dimana soka ini hanya bisa stek pucuk. Karena bentuk tanamannya yang khas.

 

20170725_105414[1]
Tanaman puring, ada stek batang dan stek pucuk (yang ada banyak daunnya)
20170725_105226[1]
Tanaman Soka ( stek daun saja)
Ada  yang perlu diperhatikan pada saat penyetekan. Alat yang digunakan, gunting pemotong harus tajam agar pemotongan tidak berulang kali sehingga menyebabkan tanaman terluka. Pada saat tanaman yang ingin di stek sudah dipotong, masukan dalam media kira-kira seperempatnya saja. Proses penanaman dilakukan secara mundur sesuai posisi tubuh, pastikan tangan kita tidak terkena tanaman yang sudah ditanam. Khawatir mengganggu atau melukai tanaman tersebut.

20170726_090712[1]
Daun Hambeleum (Daun ungu)
Media  berderet seperti diatas yang perlu penanaman mundur. Gambar di atas adalah conoth stek daun tanaman hambeleum (daun ungu). Nah, manfaat daun ungu ini sebagai obat abeyen, wasir, dsb.

Selain belajar tentang teknik stek, kami juga diberikan beberapa pengetahuan lain. Kami mambahas sekilas tentang pembibitan. Untuk pembibitan jenis rimpang, rimpang perlu dilakukan perlakuan khusus, seperti merendam dalam suatu larutan atonik untuk menghindari tumbuhnya  bakteri agar tidak busuk saat proses pertumbuhan. Begitupun pada contoh tanaman cabe, biji cabe  perlu direndam air hangat untuk mengurangi masa dorman (istirahat) agar cepat tumbuh.

Komposisi tanah dan pupuk pada media pembibitan di Biofarmaka umumnya 50 :50 kecuali pada bak semai, komposisinya hanya sekam arang dan pasir. Bak semai ini digunakan untuk petumbuhan secara generatif (biji). Bak semai digunakan untuk persemaian biji, sebelum pembibitan di lapang ada baiknya jika pembibitan dimulai dari bak semai. Waktu maksimal bibit di bak semai adalah 12 hari. Sebelum waktu 12 hari itu bibit harus dipindahkan ke media tanam atau ke lapang. Maka dari itu komposisi dari bak semai hanya sekam arang dan pasir fungsi untuk memudahkan pengambilan bibit tanpa harus merusak . Disamping itu , jika bibit semai menggunakan pupuk, pupuk akan sia-sia tidak akan terpakai dalam proses pertumbuhan sebab pada bibit di bak semai belum memeliki sistem penyerapan makanan. Setelah proses penyemaian di bak semai kemudian dipindahkan media tanam, nah tanaman sudah memiliki fungsi penyerapan makanan. Oleh karen itu, pada media tanam sudah diberikan pupuk dan tanah guna keberlangsungan pertumbuhan. Proses pembibitan ini berguna untuk memastikan tanaman yang ditanam bagus atau tidak sehingga sebelum di lapang bisa dipilah terlebih dahulu. Sehingga kegagalan bisa di minimalisir.

Proses selanjutnya adalah pemindahan bibit ke lapang. Proses pemindahannya yaitu tanaman diambil beserta tanahnya. Mengapa diambil? sebab jika tanah dalam media tanam dibuang, khawatir ada akar yang ikut di tanah dan putus dari tanaman  disamping itu tanaman akan sulit beradaptasi dengan lingkungan (tanah) baru di lapang karena perbedaan nutrisi,dsb . Nah,  faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi proses pertumbuhan. Jika pada saat semua bibit yang sudah dipindah ke lapang dan salah satunya ada yang rusak atau busuk maka perlu adanya pergantian bibit. Proses tersebut dinamakan penyulaman. Bibit di lapang yang rusak diganti dengan bibit baru ( sudah ada proses pembibitan)  dengan waktu maksimal seminggu. Jika seminggu tidak diganti makan pertumbuhannya tidak seragama dengan yang lain. Sedikit pengetahuan selanjutnya mengenai pengolahan tanah. Pengolahan tanah jga penting dalam proses pertumbuhan. Pengolahan tanah berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah serta kemampuan drainasi  dan airnasi sebagai penyedia air dan udara dalam tanah. Batas penyulaman sekitar 40% total tanaman, jika lebih dari itu lebih baik mengulang.

Hari ketiga, kami ikut memanen daun sambilotok. Proses panennya diambil daun dan batangnya tidak sampai akar disisakan batang dan daunnya sekiatar seperempatnya agar dapat tumbuh kembali. Sambilotok ini bermanfaat untuk penyakit diabetes, karena sangat pahit. Setelah proses pemanenan, lalu proses pemotongan. Sambilotok ini kelihatannya mudah dipotong tapi pada kenyataannya sulit sekali dipotong harus menggunakan golok atau pisau dengan tenaga ekstra. Serius, sambilotok ini pahit banget, tanpa kita cicip saja, bahkan hanya dihirup dari radius yang tidak begitu dekat membuat mulut dan tenggorokan terasa pahit. Setelah itu, jagan lupa ditimbang bobot kering nya untuk keperluan pendataan lalu proses pengeringan yang akan menjadi suatu simplisia. Pembuatan simplisia ini guna untuk stok serta pengiriman ke pabrik untuk digiling serta dibuat produk.

20170726_085721
Pemanenan
20170726_091952
Pemotongan
20170726_090424
Penimbangan
20170726_140351
Pengeringan

Setelah itu kami membuat simplisia daun afrika, pembuatannya hampir sama daun-daunnya di potong, ditimbang, dikeringkan, guna stock dan pesanan dari pabrik. Nah, sisa hari kami lalui dengan refreshing sambil mengahafalkan daun serta beserta manfataanya dan mengobrol bersama pak Topik.

index
Daun afrika

Hari keempat, kami membuat panen dan membuat daun jati belanda (di bagian kehutanan), kejibeling, dan sembung. Manfaat daun jati belanda untuk kolesterol, kejibeling untuk batu ginjal, dan sembung untuk kerapatan organ kewanitiaan. Untuk daun jati belanda dan kejibeling tidak perlu dipotong-potong, langsung saja dijemur.

images.jpg
Daun jati belanda
keji-beling
Daun kejibeling
20170726_123510.jpg
daun sembung

 

 

Bogor, 28 Juli 2017

di tempat ternyaman kesekian, Ruang Baca Kimia

Magang Minggu Ke-1 : Perkenalan, Pemisahan Minyak Buah Merah, Penimbangan Bobot Kering Stok Simplisia, Pembuatan Simplisia Daun Kipait, dan Pembibitan dari Anakan

Rabu, 19 Juli 2017, merupakan hari pertama saya mengikuti program magang di Pusat Studi Biofarmaka (PSB) tepatnya di Unit Konservasi Budidaya Biofarmaka (UKBB). Dari nama unitnya saja bisa ditebak apa saja yang dikerjakan dalam unit tersebut. Yup, budidaya tanaman obat dan identik dengan berkebub. Saya bersama teman saya Elsa Febriani memulai magang di unit tersebut. Aneh mungkin serorang chemist magang ditempat berkebun tersebut padahal chemist biasanya akan mengambil magang di suatu lab hehe. Alasannya simpel sih, kami kuliah di IPB, yang membawa kata pertanian, masa gak bisa sih untuk basic-basic pertaniannya, maka dari itu, kami memilih unit ini agar bisa mempelajari dan mengetahui basic dari pertanian dan dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Untuk sampai kesana kami mengendarai sepeda milik kampus. Lika-liku perjalanan, turun-naik jalan menjadi tantangan bagi kami untuk bisa sampai ke kebun tersebut. Kami disambut baik oleh bapak Manager unit tersebut, Bapak Taopik Ridwan, SP dan keempat karyawan kebun. Pak topik dan karyawan lainnya lah yang menjadi pembimbing kami selama magang. Pak Topik memberikan penjelasan mengenai sejarah PSB, bercerita tentang kondisi unit dan sebagainya. Kami diajak berkeliling kebun yang hampir semua berisi tanaman obat.

Unit Konservasi dan Budidaya Biofarmaka (UKBB) adalah salah satu unit diantara lima yang dibentuk oleh Pusat Studi Biofarmaka (PSB ) LPPM –IPB yang bertujuan untuk menangani masalah-masalah konservasi budidaya biofarmaka yang dibntuk oleh PSB secara terarah dan kesinambungan. Unit ini tapatnya terletak di dalam kampus IPB, Kebun Cikabayan, sebesar 2.8 ha. UKBB ini memiliki beberapa bagian area yaitu; Display area, area produksi, area penelitian, area pembibitan, dan area koleksi.

1501204652491[1]

Nah di hari pertama kami sudah melihat-lihat secara keseluruhan area-area yang ada di UKBB ini. Saat jalan-jalan Pak Topik menjelaskan setiap tanaman obat yang dilihat beserta manfaatnya. Kami menemukan buah besar dan merah seperti jagung bentuknya, yaitu Buah merah. Buah merah ini merupakan khas dari Papua dan umumnya diambil minyaknya untuk pengobatan. Tanaman buah merah jarang sekali berbuah, kata Pak Topik bisa 7 tahun sekali berbuah di UKBB ini. Kebetulan  sekali saat kami magang buah merah tersebut tumbuh, dan kebetulan juga kami tidak ada kerjaan karena awal-awal hanya perkenalan saja, Pak Topik berinisiatif untuk mengajak kami memisahkan minyak yang terkandung pada buah merah selama dua hari untuk dua buah. Nah saya akan jabarkan proses pemisahannya, mudah sekali lho!

Prosedur :

  1. Ambil buah dari pohon, hati-hati, buah merah ini membuat kulit gatal417818
  2. Tebas daun yang ada diatas buah merah tersebut
  3. Sediakan baskom, untuk memisahkan, biji nya. (FYI : minyak ini kebanyakan terkandung dalam bijinya. Oleh karena itu, pada proses ini biji diambil)
  4. Setelah bijinya diambil, jangan lupa ditimbang sebagai bobot awal untuk menentukan rendemen di akhir nanti. Kumpulan biji tersebut dicuci hingga warna merah pada biji tersebut luntur dan menjadi ampas kemudian dibuang menyisakan air bercampur minyak yang berwarna merah20170720_085741
  5. Filtrat tersebut kemudian didistilasi. Disini ada yang lucu, Pak Topik bilang kita akan mendistilasi dengan distilasi sederhana filtrat yang didapat untuk memisahkan air dan minyaknya. Saya kira distilasi seperti yang ada di labolatorium kimia biasanya, ternyata, ini distilasi sederhana yang sangat sederhana. Distilasi menggunakan alat panci dan tungku saja. Dilakukan selama 3-4 jam hingga (kalau bisa) tersisa minyaknya saja, dan airnya sudah menguap, tinggal sedikit dan terbentuklah endapan.417819
  1. Setelah terlihat ada 2 fasa;padat dan cair, nah cairannya ini berwarna hitam dan endapannya berwarna merah, bisa dipisahkan mengunakan saringan tradisional20170720_130828
  2. Setalah minyak terpisahkan, letakkan dalam wadah, timbang, dan hitung rendemennya.20170720_130910

 

  1. SELESAI!!!!

 

Pada hari kedua kami melakukan hal yang sama, dan berikut hasil pengamatannya

Bobot awal : 1500 g

Bobot akhir : 271 g

Rendemen :

 

Pada hari ketiga kami ditugaskan untuk menghitung bobot kering dari simplisia dan memilah simplisia yang masih layak. Simplisia merupakan sebutan dari tanaman dan hewan yang sudah dikeringkan. Kemudian kami ditugaskan untuk memotong-motong daun kipait lalu ditimbang bobot basahnya dan dikeringkan selama beberapa hari, proses ini adalah proses pembuatan simplisia. Disamping budidaya, UKBB ini bergerak dalam bidang usaha. Penjualan dapat berupa simplisia, polybag berisi bibit, pot, dsb. Setelah itu ada permintaan dari pelanggan yaitu,  80 tanaman temulawak bibit anakan. Kami disini membantu proses memasukkan bibitan anakan ke media. Prosesnya mudah, hanya mencabut anakan dari temulawak kemudian dipindahkan kedalam polybag dan ditambahkan tanah serta kompos dengan komposisi 50:50 atau 75:25. Setelah itu jangan lupa disiram, dan permintaan siap diantar ^^

20170721_111613
Penimbangan stok simplisia
20170719_120451
Istirahat
417816
Pemotongan daun kipait
20170725_082936
Penjemuran
417814
Penanaman bibit anakan bersama Pak Mamad (bag pembibitan)
417810
Penyirapan bibit anakan

 

 

Bogor, 25 Juli 2017

 

Di kostan ternyaman

Jatuh Cinta

tersipu malu ketika dia berbicara? tersenyum sendiri ketika ada chat dari dia? merasa senang ketika ingin bertemu dengannya?

Selamat anda telah masuk zona jatuh cinta..

hmmm.. menarik, berarti kamu sudah siap untuk patah hati 🙂

Cinta adalah fitrah yang telah Allah berikan kepada hamba-Nya. Tapi cinta perlu dijaga, tidak diberikan untuk sembarang orang, tidak untuk manusia yang menebar gombalan sana sini, tidak juga untuk manusia yang menurutmu baik. Kita sebagai manusia harus pandai menjaga hati agar tidak mudah jatuh cinta. Kamu tau kan apa konsekuensi dari jatuh cinta? Yap, patah hati. Ketika jatuh cinta secara tidak sadar kita telah menggantungkan diri dan harapan kepada orang lain. Bagaimana perasaan Allah ketika hamba-Nya lebih memilih menggantungkan harapannya kepada seorang hamba juga? Allah pasti cemburu. Kamu akan dikecewakan ketika kamu berharap dengan selain-Nya.

Namanya juga jatuh cinta, jatuh identik dengan sakit. Nah, dari pada jatuh cinta mending kita bangun cinta bersama-sama dengan Allah, sehingga cinta yang telah kita bangun tidak runtuh dan kokh sampai akhir hayat.

Sebagai pemuda/i seharusnya fikiran akan jatuh cinta perlu di cancel dulu, ada banyak masalah disekeliling kita yang perlu kita atasi, ada impian dan cita-cita yang perlu kita gapai. Tidakkah kau ingin menggapainya? Tidakkah kau ingin menjadi pemuda/i yang bermanfaat untuk sekelilingmu, untuk agama dan negaramu? Nah yuk kita fokus akan karir dan ibadah kita, isi waktu muda kita untuk hal bermanfaat. InsyaAllah ketika sudah waktunya, ada saja jalan Allah untuk bisa mempertemukan seseorang yg telah tertulis di lauhul mahfuz sebagai jodoh kita. Aamiin YaRabb.

Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia. – Ali bin Abi Thalib

Jakarta, 18 Juli 2017

Berpura-pura

Lelah akan wajah yang tertopengi ini, aku ingin melepaskannya, melepaskan semua beban yang ada. Namun risiko terlalu berat, aku tak ingin kehilanganmu lagi. Aku tak ingin kehilangan status teman kita. Aku tak ingin semua itu terulang lagi. Tapi bagimana? Aku lelah menyimpannya, menyimpan sejuta perasaan untuk kamu, menyimpan luka sendiri, menyimpan seluruh kenangan selama bersama kamu. Aku lelah untuk berpura-pura bahwa perasaan ini sudah mati. Aku lelah merasa tidak apa apa ketika kau mengatakan kau sudah dimiliki, aku lelah terlihat biasa saja saat melihatmu padahal dalam hati ku ingin sekali teriak, mengungkapkan semua yang ada.

Namun apa daya, sifatku yang terlalu ‘berkoar’ sebelumnya menyebabkanku kehilanganmu sebagai lebih dari teman. Aku tak ingin mengulang hal sama dan menyebabkan ku kehilangmu sebagai teman. Saat ini, ku hanya bisa melihatmu dari jauh, melihatmu tumbuh berkembang dengan segala skillmu, melihatmu dengan hati terkagum walaupun dengan muka datar.

Maafkan aku yang sampai saat ini belum bisa melepaskan pandangan dari mu, maafkan aku yang masih ada setitik harapan untukmu, maafkan aku masih mengagumimu. Semoga dia adalah yang terbaik untukmu.

yang harus kamu tau sampai saat ini ku masih berharap, berharap aku lah yang dapat mendampingi mu saat kamu susah ataupun senang.

Bogor, 15 Juli 2017