Blog

Sifat Orang Shalih

Assalamualikum, wr.wb

Sifat orang shalih diantarnya adalah

Senang Sholat

Sholat merupakan ibadah dalam Islam yang tidak ada tandingannya, yang merupakan salah satu dari rukun islam. Ketika Rasulullah memberikan perintah kepada Bilal “Ya.. Bilal, istirahatkan kami dengan sholat”. Begitu pentingnya sholat hingga istirahatnya Rasul dan sahabat adalah sholat. Kalian tau tidak,

Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah Kitab (Al-Qur-an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan ketahuilah mengingat Allâh (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Dan Allâh mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al-Ankabut/29:45]

Ada begitu banyak manfaat dari sholat, seperti yang dikatakan rosul, sholat dapat mengistirahatkan jiwa raga sejenak, dan juga seperti firman Allah sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Disamping itu sholat adlaha pelarian terbaik ketika terjadi masalah dan cobaan dalam hidup kita. Sholat juga tempat terbaik untuk melakukan muro’jaah untuk muslim yang sedang menjalankan hafalan Al-Qur’an. Maka dari itu jadikanlah sholat sebagai kesenangan dan keburuhan(InsyaAllah).

Dekat dengan Al-Qur’an

Sudah jelas sebagai muslim kita wajib menjadikan Al -Qur’an sebagai pedoman hidup. Selain membaca dan mengkhatamkan Al-Quran kita juga perlu memahami serta mentadaburri Al -Qur’an. Ada banyak ketutamaan dekat dengan Al -Qur’an, salah satunya adalah memberikan syafaat atau pertolongan pada saat hari kiamat nanti,bukan gadget yang akan menolong kita nanti.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ:
يَجِيءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ حَلِّهِ. فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ .ثُمَّ يَقُولُ: يَا رَبِّ زِدْهُ. فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ. ثُمَّ يَقُولُ: يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ. فَيَرْضَى عَنْهُ. فَيُقَالُ لَهُ: اقْرَأْ وَارْقَ. وَتُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً.
رواه الترمذي
Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda :

Pada hari kiamat nanti al-Qur’an akan datang dan berkata : Wahai Tuhan berilah ia perhiasan. Maka dipakaikanlah mahkota kemuliaan. Kemudian al-Qur’an berkata lagi : Wahai Tuhan tambahkanlah. Maka dipakaikanlah perhiasan kemuliaan. Kemudia al-Qur’an berkata lagi : Wahai Tuhan Ridoilah ia. Maka Tuhanpun meridoinya. Kemudian dikatakan kepadanya : Bacalah dan naiklah ! Maka untuk setiap ayat yang dibacanya akan ditambahkan satu kebaikan (diriwayatkan oleh al-Tirmizi (hadis no. 2838), beliau berkata: Hadis ini Hasan Sahih).

Jadi masih mau mentingin gadget dibanding Al-Qur’an? #selfreminder

Ust. Aji memberikan tips agar bisa dekat dengan Al-Quran salah satunya adalah dengan cara mengahafal. Berhubungan dengan sholat, dalam sholat ada waktu dimana kita juga melafalkan ayat Al-Qur’an. Nah disitu adalah momen yang tepat untuk moroja’ah, dan melafalkan Al-Qur’an. Kata Ustadz rasanya tenang sekali ketika membaca Al-Quran dalam sholat dari hati. Sayangnya saya belum bisa ke taraf ketenangan tersebut, semoga soon yaa ^^

Rajin berzikir dan berdoa

Banyak-banyaklah berdoa, karena dengan berdoa kita menunjukkan kepada Allah betapa lemahnya kita sebagai manusia. Jadikanlah doa kepada Allah sebagai kebutuhan, karena siapa lagi yang mampu dimintai tolong dengan kuasa yang tiada tara, jika bukan kepada Allah? . Kita juga harus berdzikir, dzikir bisa menjaga kita dari gangguan-gangguan, terhindar dari godaan syaiton.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Berupaya menjadikan masyarakat menjadi lebih baik

Tidak hanya hablum minallah saja, namun habluminanns nya pun perlu. Sebab tidak dapat dipungkiri sebagai manusia kita adalah makhluk sosial, sering berinteraksi satu sama lain. Perhatikan sekitar, lihat apa yang kurang, dan maukah kau memperbaiki yang kurang tersebut bersama-sama?

Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)

mari kita belajar dari penggalan kisah diceritakan kepada kami Muhammad bin Abdurrahman Asy-Syafii, berkata kepada kami Al-Qasim bin Hasyim As-Samsar, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Qais Adl-Dlibbi, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Sukain bin Siraj, berkata kepada kami Amr bin Dinar, dari Ibnu Umar bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, maka ia bertanya: “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai Allah? Dan apakah amal yang paling dicintai Allah azza wa jalla?” Rasulullah SAW bersabda : “Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain…” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir li Ath-Thabrani juz 11 hlm.84). Wallahu a’lam*

Nah bagaimana sih caranya melaksanakan hal yang telah dijabarkan di atas?

  1. Optimis kalau kita bisa menjadi manusia pilihan Allah
  2. Bertahap semua membutuhkan proses, lakukan dari hal-hal kecil dahulu misal minimal sholat waktu tanpa bolong, setelah itu ontime, setelah itu ditambah ibadah lain seperti tahajud, dhuha, rawatib, dsb
  3. Sistematis terencana
  4. Konsisten, segala hal perlu dijalankan secara konsisten aga berhasil (InsyaAllah) karen yang terberat adalah melawan diri sendiri. Yuk kalahkan diri sendiri ketika ia ingin menjalankan sesuatu yang membuat jauh dari Allah ^^

Kini kita sudah tau bagaimana ciri orang shalih, mari kita sama sama menuju kepada yang baik, agar tujuan akhir kita dapat tercapai, yaitu Surga bersama-sama dengan cara fastabiqul khairot. Allah berfirman

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” – (QS.99:7)

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” – (QS.99:8)

Itulah yang dapat saya sampaikan dari banyak referensi, semoga Amal ibadah yang telah kita kerjakan selama hidup dapat Allah terima dan menjadi syafa’at kita di akhir nanti. Amiin Ya Rabbal Alamin
Wallahu A’lam Bishawab. Wassalamualikum wr. wb

Sumber : Ceramah Ust. Aji Azhari
Sumber: https://almanhaj.or.id/6747-shalat-mencegah-perbuatan-keji-dan-munkar-dan-mengingat-allah-lebih-besar.html

Sumber : http://alquranalhadi.com/hadis/subab/12/al-Quran-Sebagai-Syafaat-di-Akhira

Sumber:http://thayyiba.com/2017/09/21/10522/sebaik-baik-manusia-adalah-yang-bermanfaat-bagi-orang-lain/

Bogor, 1 Sya’ban 1439 H
Di kostan tersayang 5:59 WIB
Advertisements

MABIT (Malam Bina Taqwa)

Bismillahirrohmanirrahim…

Assalamualaikum wr. wb

Pada Jumat, 13 April 2018 Saya beserta kelompok mentoring mengadakan suatu acara MABIT. Apa sih MABIT itu? MABIT merupakan acara yang dilakukan dengan tujuan  saling berbagi ilmu dan saling mempererat ukhuwah antar satu sama lain. Hari itu, kami dibimbing oleh Ibu Tatiek Kancaniati selaku Murrobi kami yang baru^^. Beliau adalah seorang socialpreneur yang memiliki jasa luar yang biasa, beliau merintis Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru. Beliau memberdayakan masyarakat sekitar untuk turut aktif dan kontribusi di dalamnya, salah satunya membuat kerajinan-kerajinan tangan seperti dompet, tas, dsb dan kemudian dibisniskan, sehingga masyarakat yang terlibat memiliki penghasilan dari hasil bisnis tersebut. Alhamdulillah kami diberikan kesempatan untuk menginjakkan kaki di kampung rintisan beliau saat MABIT ini. Kami MABIT di suatu penginapan yang berlokasi di Kampoeng Wisata Tegalwaru, tepatnya di belakang rumah joglo. Pertama melihat yang dirasakan adalah sepi , tenang, damai  enak rasanya menghabiskan masa tua disini bersama dia *eh heheheh. Kami dijamu baik oleh Bu Tatiek, Jazakillah Ibu^_^. Malamnya, ba’da magribh kami langsung berkumpul bersama bu Tatiek untuk melakukan agenda rutin mentoring, di dalamnya terdapat terdapat qultum yang disampaikan oleh Dina tentang Isra’ Mi’raj Nabi Muhammaad, Alhamdulillah sedikit demi sedikit ada ilmu yang dapat diserap dari qultum tersebut. Kemudian materi yang disampaikan oleh bu Tatiek mengenai ukhuwah. Diceritakan tentang kisah cinta Salman Al-Farisi yang mencintai seorang wanita, beliau meminta bantuan untuk didekatkan dan dinikahkan melalui sahabatnya, Abu Darda. Abu Darda pun pergi ke rumah wanita tersebut bersama Salman, memperkenalkan dirinya dan memperkenalkan Salman Al Farisi, ia menceritakan mengenai Salman Al Farisi yang berasal dari Persia dan kini telah berhijrah ke Madinah. Abu Darda juga menceritakan mengenai kedekatan Salman Al Farisi yang tak lain adalah sahabat Rasulullah. Dan terakhir adalah maksudnya untuk mewakili sahabatnya itu untuk melamar. Kedua orang tua si wanita tersanjung ketika ada dua orang sholeh, yang salah satunya berniat untuk menikahi putrinya. Putrinya mendengar pembicaraan tersebut, namun alangkah mengejutkan ternyata wanita tersebut lebih menginginkan Abu Darda untuk menikahinya dibanding Salman Al Farisi. Siapa yang tidak sakit hati melihat pujaan lebih memilih sahabat dibanding dirinya, dan barangkali kita akan menjauh dan marah kepada sahabat kita. Namun berbeda dengan Salman, ia benar-benar ikhlas menerima semuanya, demi mempertahankan ukhuwah yang telah dibangun bersama Abu Darda. Sebegitu besarnya makna ukhuwah dimata sahabat. Kita pun harus seperti itu. Oleh karena itu, inilah tujuan kami melakukan MABIT. selain untuk meng-upgrade diri juga untuk mempererat ukhuwah kami, saling mengenal kepribadian kami, agar setiap masalah yang ada dikemudian hari dapat diatasi dengan sebijak-bijaknya. Ohiya kami juga melakukan tukar kado, masing-masing dari kami membawa kado dan setiap orang yang mendaptkan kado dari kita harus saling mengungkapkan kenapa membeli kado itu, dan jawabannya romantus-romantis lho^^.. hehehehe

Kemudian kami makan malam, tumpengan hehe .Seru rasanya makan bersama seperti ini. Sambil makan kami juga sambil bercerita dan bertanya kepada Bu tatiek mengenai hal-hal yang sudah dilalui beliau, dan Alhamdulillah cerita yang beliau sampaikan dapat membuka fikiran kami, yang semulanya kami masih sangat fakir.

Selanjutnya kegiatan tanpa Bu Tatiek. Kami membicarakan hal-hal kedepan mengenai mentoring kami, an kami menambahkan tahfidz, tefsir, olahraga pada mentoring kita selanjutnya. InsyaAllah^^. Doakan ya semoga berjangka panjang dan lingkaran kami bisa meluas. Keesokan paginya kami diberikan siraman pagi oleh suami Bu Tatiik, Pak Herman. Bahasan yang disampaikan oleh Pak Herman mungin nanti akan saya buat di post yang berbeda, InsyaAllah. Banyak ilmu yang didapat, termasuk kami juga belajar bela diri dasar lho, diajarkan oleh Pak Herman, berguna banget, InsyaAllah

WhatsApp Image 2018-04-14 at 06.21.28WhatsApp Image 2018-04-14 at 08.49.13

MasyaAllah rasanya berkesan sekali pada MABIT ini, kami benar-benar saling mengingatkan, saling mengerti, saling berbagi ilmu, dan banyak sekali ilmu yang didapat. Semoga ibadah yang telah kita lakukan Allah terima dan dapat berlanjut di setiap harinya. Aamiin. Ada suatu perkataan “Belum kenal rasanya kalo belum nginep dan tidur bareng” dan kuakui pertanyataan ini sungguh benar. Maka jangan ragu untuk membuat acara MABIT ini 😀

Sekian cerita saya, Mohon maaf jika ada kekurangan. dan SELAMAT MEMPERINGATI ISRA’ MI’RAJ 1439 H

Wassalmualaikum wr.wb.

Sabtu, 28 Rajab 1439 H

di kostan tersayang

 

 

 

 

“Inner beauty” dari Seorang Wanita

Seorang wanita harus sadar jika ia adalah seorang wanita. Mengapa demikian? Sebab banyak wanita (termasuk saya) mengaku wanita tapi akhlak dan perilakunya kurang mencerminkan sifat wanitanya. Kecantikan wanita tidak hanya terlihat dari wujud rupa ada yang perlu wanita ketahui, kecantikan juga ada yang datang dari lahiriah yang biasa kita sebut inner beuaty. Kecantikan tersebut tak akan hilang termakan usia. Apa saja ? yuk kita simak

  1. Jamal (elegan)
  • Hamz (gaya bicara)

Bicara yang lemah lembut dan tidak bersuara tinggi. Bicara dengan lemah lembut adalah sifat yang harus dimiliki oleh setiap muslim, terkhusus untuk wanita. Bayangkan jika bicara seorang wanita kasar, ia mungkin akan kehilangan kehormatannya sebagai wanita, ia tidak akan dihargai lagi oleh orang lain. Akan tetapi ketika kita bersikap lemah lembut maka orang lain akan menghargai apa yang kita ucapkan, kata-kata yang keluar akan membuat keadaan menjadi tenang dan damai. Lembut dan dibarengi dengan ketegasan. Jika ada suatu kesalahan yang dilakukan oleh sanak saudara kita, maka sikapilah dengan lembut dan tegas, jangan dicela apalagi deperlakukan secara kasar. Sebab dengan kelembutan lah kita bisa meluluhkan  hati yang keras sekalipun.

Kemudian wanita jangan dibiasakan mengelurkan suara tinggi kepada siapapun, khususnya untuk orang tua dan suami. Kata kata yang barengi teriakan,itu akan menjadi suatu pukulan terhadap suami/ orang tua karena merasa tak dihargai sebagai suami/orang tua. Jika terjadi sesuatu maka janganlah berteriak, selesaikan dengan nada lembut. Ketika emosi tumpahkan segalanya dahulu kepada Allah sehingga kita tidak sempat untuk mengungkapkan emosi itu kepada orang lain. Simpanlah keluhan-keluhan dan biarlah Allah yang tahu apa yang tengah mengganggu jiwa dan hati kita. Jadilah wanita yang mampu membuat suasana tetap tenang walaupun dalam kondisi panas sekalipun. Dan jangan pernah merasa kecewa sebab Aisyah ra (istri Rasulullah) ketika difitnah selingkuh oleh orang-orang kala itu, berharap Rasulullah percaya dengan Aisyah namun Rasul malah menanyakan kapada Aisyah “Ya Aisyah benarkah berita tersebut?” Aisyah kecewa karena Rasulullah menanyakan apa yang jelas Aisyah tidak lakukan. Namun Aisyah tidak melontarkan kekecewaan tersebut dan menjawab “Aku hanya bisa curhat kepada Allah” MasyaAllah…

 

  • Lamz (banyak menyentuh)

Sebagai wanita banyak-banyaklah menyentuh, terkhusus orang tua, teman wanita, suami, dan lainnya (masih mahrom) ketika ia memiliki suatu masalah. Nasihat/ masukan akan lebih masuk ke hati ketika kita sertai dengan sentuhan. Seringlah mencium kening orang tua. karena sifat alamiah wanita adalah menciptakan suatu kehangatan.

 

  • Nazra (cara pandang)

Mata adalah gambaran jiwa, ketika hati sedih maka mata pun akan terlihat sedih. Maka butlah mata itu menjadi mata yang penuh kasih sayang serta kebahagiaan walaupun hati sedang teriris sekalipun.

 

  1. Salam (kedamaian)

Wanita harus menciptakan keadaan damai. Tidak membesarkan suatu masalah yang kecil, tidak mudah baper dan kecewa. Jika wanita menyakiti/disakiti dia tidak akan bisa tidur sampai masalah itu terselesaikan.

 

  1. Rahmah (penyayang)

Wanita harus memiliki jiwa yang penuh cinta. Perbedaan tidak dijadikan suatu masalah, melainkan menjadi suatu plengkap. Ikuti saja dan nyamankan.

Contoh : pasangan tidak suka makanan seafood sedangkan kamu suka akhirnya kamu dan pasangan makan sendiri-sendiri. Begitu adalah sikap yang tidak harmonis, maka sebagai wanita mengalahlah, nyamankan, ikuti apa yang ia mau agar hubungan selalu harmonis.

Asiah (istri Fir’aun) walapun ia menentang sikap Fir’aun yang selalu mengaku menjadi Tuhan tapi ia tetap taat kepadanya sebagai istri tetap bertahan dengan Fira’aun sebab ada Nabi (Musa as) yang harus ia lindungi, hingga akhirnya Ia wafat ditangan suaminya sendiripun ia tetap tersenyum sebab ia yakin ketika hilang satu Allah akan menggantikan yang lebih baik.

 

Jadi bagiamna ukht? Sudahkah kita memenuhi sifat-sfiat tersebut dalam diri kita? Hehehe…

Nah itu sedikit penjabaran saya dari hasil mendengarkan ceramah-ceramah jika ada yang ingin ditambahkan dan diperbaiki bisa ditulis di kolom komentar. Jazakillah 🙂

Inilah saya bagi keluarga dan Indonesia

Esai ini saya tulis sebagai salah satu prasyarat dalam mengikuti proses penyeleksian Beasiswa BAZMA Pertamina 2017/2018. Tulisan ini saya awali dengan perkenalan diri saya dan saya bagi keluarga. Saya Nurul Aini, bertempat tanggal lahir di Jakarta pada tanggal 17 Juni 1997. Saat ini saya sedang mengeyam pendidikan S1 sebagai mahasiswa Kimia Institut Pertanian Bogor. Saya merupakan anak pertama dari empat bersudara. Saya memiliki tiga orang adik yang masih duduk di bangku sekolah dengan tingkat yang berbeda-beda. Ibu saya seorang guru PNS yang mengajar di salah satu sekolah dasar di desa terpencil Sumatera Selatan dan ayah saya sudah lama meninggal pada saat saya di bangku SM, maka dari itu saat ini yang menjadi tulang punggung keluarga saya adalah Ibu. Menurut saya, amanah terbesar adalah menjadi anak pertama. Anak pertama dalam keluarga bagi saya adalah anak yang diberikan keterlebihan oleh orangtua untuk dapat mengeyam pendidikan setinggi mungkin menggunakan jerih payah orang tua. Anak pertama adalah tumpuan orang tua, dimana setelah lulus kuliah diharapkan bisa memenuhi cita-cita orang tua untuk dapat membiayai ketiga adik saya hingga bisa mencapai jenjang perkuliahan juga. Anak pertama adalah suatu panutan untuk adik-adik saya. Berat menjadi anak pertama, karena itu perlu kerja keras untuk bisa memenuhi tugas anak pertama. Saat ini mungkin saya bisa berleha-leha karena UKT tinggi, biaya hidup yang mahal insyaAllah dapat ditanggung oleh orangtua saya, namun pada saat saya lulus saya perlu melakukan hal itu untuk ketiga adik saya serta menyejahterakan ibu saya nanti. Ibu saya tidak pernah menunut untuk hal tersebut, namun sebagai anak pertama ada beban tersendiri jika saya tidak bisa memenuhi cita-cita orang tua saya tersebut. Oleh karena itu, saya belajar di Institut Pertanian Bogor dengan segenap hati saya, jatuh bangun sudah saya rasakan selama 5 semester denga bantuan teman, keluarga, dan kerabat saya, sehingga saya masih bisa bertahan di tempat orang-orang hebat ini.

Mengeyam pendidikan di Institut Pertanian Bogor adalah langkah awal untuk menggapai cita-cita orang tua. Namun tidak hanya itu, belajar di IPB pun merupakan langkah awal memberikan suatu kontribusi untuk tanah air Indonesia khususnya bidang pertanian. Dengan UKT Rp 8000000 persemester adalah uang kuliah yang cukup tinggi bagi saya yang dari keluarga sederhana. Namun tidak sangka UKT setinggi itupun  ternyata sudah merupakan hasil subsidi dari uang rakyat. Betapa malunya saya ketika tahu itu masih hasil subsidi padahal saya sering mengeluh-eluhkan UKT tersebut, bayangkan jika tidak ada subsidi dari rakyat pasti UKT saya lebih tinggi dari itu. Oleh karena itu, saya bertekad untuk belajar dengan benar, walaupun IP saya tidak sebagus teman-teman saya, tapi inilah kemampuan saya, saya sudah belajar, dan saya akan terus berusaha dan saya berharap pasca lulus nanti dapat “mengganti” apa yang rakyat Indonesia telah subsidikan kepada saya, melalui pengabdian. Saya ingin terjun langsung membantu rakyat melalui pemikirian, pergerakan, dsb yang dapat bermanfaat untuk masyarakat.maka dari itu, saya mengikuti organisasi Generasi Cerdas Iklim yang bergerak dibidang lingkungan memberikan penyuluhan kepada adik-adik SD dan Hamada Foundation yan bergerak dibidang lingkunan, kemanusiaan, dan pendidikan untuk masyarakat.  Saat ini saya sedang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa FMIPA Kimia, mungkin sudah sepatutnya saya membrikan suatu  hasil penelitian yang dapat bermanfaat untuk rakyat Indonesia, karena nantinya saya akan menjadi seorang kimiawan. Saya termotivasi dari dosen Kimia, beliau melakukan suatu penelitian yang dapat membantu rakyat yaitu membuat garam tampa adanya panas matahari. Di tengah kondisi yang sedang gawat tentang pertanian Indonesia saat ini, penelitian dosen saya termasuk hal hebat sebab setidaknya penelitian tersebut jika dikembangkan akan bermanfaat untuk rakya Indonesia. Begitupun saya, saya ingin seperti dosen saya yang ingin memberikan manfaat untuk rakyat. Rencana saya ialah meneliti tentang tanaman yang bermanfaat menyembuhkan banyak penyakit dan dikembangkan menjadi suatu produk herbal alternatif dengan harga terjangkau sehingga masyarakat manapun bisa mengonsumsinya saat diperlukan. Karena dengan mengonsumsi obat kimia biasanya memberikan efek samping maka dari itu saya ingin membuat obat dari herbal.

 

 

Volunteer Kuliah Sehari FMIPA 2017

Hari ini aku menjadi volunteer di sebuah acara tahunan FMIPA yaitu Kuliah Sehari FMIPA 2017. Acara ini dikhususkan untuk siswa/i SMA se-jabodetabek, mereka dapat berkunjung dan menjalani layaknya kuliah sehari di FMIPA IPB, mereka diberikan penjelasan mengenai IPB, FMIPA, dan departemen-departemen yang ada di FMIPA. Posisi saya dalam acara ini sebagai volunteer bagian LO/Penanggung jawab kelompok bersama 2 rekan saya yaitu Kak Bima (BIK 2013) dan Syifa (STK 2015). Kami diamanahkan menjadi LO untuk kelas 6. Senang bisa berkenalan dengan orang baru. Menjadi LO adalah pengalaman pertama saya, dengan menjadi LO ini saya mendapatkan banyak sekali pelajaran dari cara berkomunikasi yang baik, publik spiking, adaptasi, dan sebagainya.Saya belajar dari Syifa yang tenang saat berbicara di depan adik-adik, begitupun Kak Bima yang bisa membawa suasan agar tidak tegang untuk adik-adik kelompok 6. Kendala selama acara berlangsung menurut saya tidak ada, saya menjalani dengan enjoy dan semangat, sebab 2 rekan saya tersebutpun menyenangkan. Hanya saja saya belum mampu untuk berbicara banya di depan adik-adik. Semoga kedepannya bisa lebih berani untuk berbicara depan umum.

 

 

 

Magang Minggu Ke-2 : Pembibitan, Pemanenan serta Pembuatan Simplisia Sambilotok, Daun Afrika, Sembung, Jati Belanda, dan Kejibeling

Hari pertama di minggu kedua, kami sudah datang ke kebun ternyata para karyawan tidak ada di kebun sedang ada di kantor taman kencana. Akhirnya, kami pulang dan hari tersebut libur. Hari kedua, kami kembali datang namun hanya setengah hari karena kami izin untuk bimbingan dengan dosen. Hari itu kami ditugaskan mengelompokkan simplisia sesuai jenisnya. Lalu setelah itu kami mengikuti Pak Mamad (bagian pembibitan) dan kami diajarkan proses perbanyakan tanaman menggunakan teknik stek.

Perbanyakan tanaman ada banyak cara salah satunya adalah stek. Stek dapat dilakukan untuk tanaman berbiji. Terdapat dua macam stek yaitu stek batang dan stek pucuk. Stek batang, ketika pemotongan bagian dari tanaman hanya batangnya saja tanpa daun, daun-daun dicabut dan batang saja yang ditanam di media yang telah disiapkan. Ciri-ciri stek batang ialah tanaman akan memiliki cabang banyak dari yang hanya memiliki 1 cabang menjadi beberapa cabang. Sedangkan stek pucuk  sebagian daun masih ada di batang dan ditanam di media yang telah disiapkan. Stek pucuk akan menghasilkan tanaman yang tetap tanpa ada cabang lagi. Pertumbuhan stek pucuk lebih cepat dibanding stek batang. Contoh stek batang yaitu puring (bisa juga stek daun) dan stek daun adalah soka. Dimana soka ini hanya bisa stek pucuk. Karena bentuk tanamannya yang khas.

 

20170725_105414[1]
Tanaman puring, ada stek batang dan stek pucuk (yang ada banyak daunnya)
20170725_105226[1]
Tanaman Soka ( stek daun saja)
Ada  yang perlu diperhatikan pada saat penyetekan. Alat yang digunakan, gunting pemotong harus tajam agar pemotongan tidak berulang kali sehingga menyebabkan tanaman terluka. Pada saat tanaman yang ingin di stek sudah dipotong, masukan dalam media kira-kira seperempatnya saja. Proses penanaman dilakukan secara mundur sesuai posisi tubuh, pastikan tangan kita tidak terkena tanaman yang sudah ditanam. Khawatir mengganggu atau melukai tanaman tersebut.

20170726_090712[1]
Daun Hambeleum (Daun ungu)
Media  berderet seperti diatas yang perlu penanaman mundur. Gambar di atas adalah conoth stek daun tanaman hambeleum (daun ungu). Nah, manfaat daun ungu ini sebagai obat abeyen, wasir, dsb.

Selain belajar tentang teknik stek, kami juga diberikan beberapa pengetahuan lain. Kami mambahas sekilas tentang pembibitan. Untuk pembibitan jenis rimpang, rimpang perlu dilakukan perlakuan khusus, seperti merendam dalam suatu larutan atonik untuk menghindari tumbuhnya  bakteri agar tidak busuk saat proses pertumbuhan. Begitupun pada contoh tanaman cabe, biji cabe  perlu direndam air hangat untuk mengurangi masa dorman (istirahat) agar cepat tumbuh.

Komposisi tanah dan pupuk pada media pembibitan di Biofarmaka umumnya 50 :50 kecuali pada bak semai, komposisinya hanya sekam arang dan pasir. Bak semai ini digunakan untuk petumbuhan secara generatif (biji). Bak semai digunakan untuk persemaian biji, sebelum pembibitan di lapang ada baiknya jika pembibitan dimulai dari bak semai. Waktu maksimal bibit di bak semai adalah 12 hari. Sebelum waktu 12 hari itu bibit harus dipindahkan ke media tanam atau ke lapang. Maka dari itu komposisi dari bak semai hanya sekam arang dan pasir fungsi untuk memudahkan pengambilan bibit tanpa harus merusak . Disamping itu , jika bibit semai menggunakan pupuk, pupuk akan sia-sia tidak akan terpakai dalam proses pertumbuhan sebab pada bibit di bak semai belum memeliki sistem penyerapan makanan. Setelah proses penyemaian di bak semai kemudian dipindahkan media tanam, nah tanaman sudah memiliki fungsi penyerapan makanan. Oleh karen itu, pada media tanam sudah diberikan pupuk dan tanah guna keberlangsungan pertumbuhan. Proses pembibitan ini berguna untuk memastikan tanaman yang ditanam bagus atau tidak sehingga sebelum di lapang bisa dipilah terlebih dahulu. Sehingga kegagalan bisa di minimalisir.

Proses selanjutnya adalah pemindahan bibit ke lapang. Proses pemindahannya yaitu tanaman diambil beserta tanahnya. Mengapa diambil? sebab jika tanah dalam media tanam dibuang, khawatir ada akar yang ikut di tanah dan putus dari tanaman  disamping itu tanaman akan sulit beradaptasi dengan lingkungan (tanah) baru di lapang karena perbedaan nutrisi,dsb . Nah,  faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi proses pertumbuhan. Jika pada saat semua bibit yang sudah dipindah ke lapang dan salah satunya ada yang rusak atau busuk maka perlu adanya pergantian bibit. Proses tersebut dinamakan penyulaman. Bibit di lapang yang rusak diganti dengan bibit baru ( sudah ada proses pembibitan)  dengan waktu maksimal seminggu. Jika seminggu tidak diganti makan pertumbuhannya tidak seragama dengan yang lain. Sedikit pengetahuan selanjutnya mengenai pengolahan tanah. Pengolahan tanah jga penting dalam proses pertumbuhan. Pengolahan tanah berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah serta kemampuan drainasi  dan airnasi sebagai penyedia air dan udara dalam tanah. Batas penyulaman sekitar 40% total tanaman, jika lebih dari itu lebih baik mengulang.

Hari ketiga, kami ikut memanen daun sambilotok. Proses panennya diambil daun dan batangnya tidak sampai akar disisakan batang dan daunnya sekiatar seperempatnya agar dapat tumbuh kembali. Sambilotok ini bermanfaat untuk penyakit diabetes, karena sangat pahit. Setelah proses pemanenan, lalu proses pemotongan. Sambilotok ini kelihatannya mudah dipotong tapi pada kenyataannya sulit sekali dipotong harus menggunakan golok atau pisau dengan tenaga ekstra. Serius, sambilotok ini pahit banget, tanpa kita cicip saja, bahkan hanya dihirup dari radius yang tidak begitu dekat membuat mulut dan tenggorokan terasa pahit. Setelah itu, jagan lupa ditimbang bobot kering nya untuk keperluan pendataan lalu proses pengeringan yang akan menjadi suatu simplisia. Pembuatan simplisia ini guna untuk stok serta pengiriman ke pabrik untuk digiling serta dibuat produk.

20170726_085721
Pemanenan
20170726_091952
Pemotongan
20170726_090424
Penimbangan
20170726_140351
Pengeringan

Setelah itu kami membuat simplisia daun afrika, pembuatannya hampir sama daun-daunnya di potong, ditimbang, dikeringkan, guna stock dan pesanan dari pabrik. Nah, sisa hari kami lalui dengan refreshing sambil mengahafalkan daun serta beserta manfataanya dan mengobrol bersama pak Topik.

index
Daun afrika

Hari keempat, kami membuat panen dan membuat daun jati belanda (di bagian kehutanan), kejibeling, dan sembung. Manfaat daun jati belanda untuk kolesterol, kejibeling untuk batu ginjal, dan sembung untuk kerapatan organ kewanitiaan. Untuk daun jati belanda dan kejibeling tidak perlu dipotong-potong, langsung saja dijemur.

images.jpg
Daun jati belanda
keji-beling
Daun kejibeling
20170726_123510.jpg
daun sembung

 

 

Bogor, 28 Juli 2017

di tempat ternyaman kesekian, Ruang Baca Kimia

Magang Minggu Ke-1 : Perkenalan, Pemisahan Minyak Buah Merah, Penimbangan Bobot Kering Stok Simplisia, Pembuatan Simplisia Daun Kipait, dan Pembibitan dari Anakan

Rabu, 19 Juli 2017, merupakan hari pertama saya mengikuti program magang di Pusat Studi Biofarmaka (PSB) tepatnya di Unit Konservasi Budidaya Biofarmaka (UKBB). Dari nama unitnya saja bisa ditebak apa saja yang dikerjakan dalam unit tersebut. Yup, budidaya tanaman obat dan identik dengan berkebub. Saya bersama teman saya Elsa Febriani memulai magang di unit tersebut. Aneh mungkin serorang chemist magang ditempat berkebun tersebut padahal chemist biasanya akan mengambil magang di suatu lab hehe. Alasannya simpel sih, kami kuliah di IPB, yang membawa kata pertanian, masa gak bisa sih untuk basic-basic pertaniannya, maka dari itu, kami memilih unit ini agar bisa mempelajari dan mengetahui basic dari pertanian dan dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Untuk sampai kesana kami mengendarai sepeda milik kampus. Lika-liku perjalanan, turun-naik jalan menjadi tantangan bagi kami untuk bisa sampai ke kebun tersebut. Kami disambut baik oleh bapak Manager unit tersebut, Bapak Taopik Ridwan, SP dan keempat karyawan kebun. Pak topik dan karyawan lainnya lah yang menjadi pembimbing kami selama magang. Pak Topik memberikan penjelasan mengenai sejarah PSB, bercerita tentang kondisi unit dan sebagainya. Kami diajak berkeliling kebun yang hampir semua berisi tanaman obat.

Unit Konservasi dan Budidaya Biofarmaka (UKBB) adalah salah satu unit diantara lima yang dibentuk oleh Pusat Studi Biofarmaka (PSB ) LPPM –IPB yang bertujuan untuk menangani masalah-masalah konservasi budidaya biofarmaka yang dibntuk oleh PSB secara terarah dan kesinambungan. Unit ini tapatnya terletak di dalam kampus IPB, Kebun Cikabayan, sebesar 2.8 ha. UKBB ini memiliki beberapa bagian area yaitu; Display area, area produksi, area penelitian, area pembibitan, dan area koleksi.

1501204652491[1]

Nah di hari pertama kami sudah melihat-lihat secara keseluruhan area-area yang ada di UKBB ini. Saat jalan-jalan Pak Topik menjelaskan setiap tanaman obat yang dilihat beserta manfaatnya. Kami menemukan buah besar dan merah seperti jagung bentuknya, yaitu Buah merah. Buah merah ini merupakan khas dari Papua dan umumnya diambil minyaknya untuk pengobatan. Tanaman buah merah jarang sekali berbuah, kata Pak Topik bisa 7 tahun sekali berbuah di UKBB ini. Kebetulan  sekali saat kami magang buah merah tersebut tumbuh, dan kebetulan juga kami tidak ada kerjaan karena awal-awal hanya perkenalan saja, Pak Topik berinisiatif untuk mengajak kami memisahkan minyak yang terkandung pada buah merah selama dua hari untuk dua buah. Nah saya akan jabarkan proses pemisahannya, mudah sekali lho!

Prosedur :

  1. Ambil buah dari pohon, hati-hati, buah merah ini membuat kulit gatal417818
  2. Tebas daun yang ada diatas buah merah tersebut
  3. Sediakan baskom, untuk memisahkan, biji nya. (FYI : minyak ini kebanyakan terkandung dalam bijinya. Oleh karena itu, pada proses ini biji diambil)
  4. Setelah bijinya diambil, jangan lupa ditimbang sebagai bobot awal untuk menentukan rendemen di akhir nanti. Kumpulan biji tersebut dicuci hingga warna merah pada biji tersebut luntur dan menjadi ampas kemudian dibuang menyisakan air bercampur minyak yang berwarna merah20170720_085741
  5. Filtrat tersebut kemudian didistilasi. Disini ada yang lucu, Pak Topik bilang kita akan mendistilasi dengan distilasi sederhana filtrat yang didapat untuk memisahkan air dan minyaknya. Saya kira distilasi seperti yang ada di labolatorium kimia biasanya, ternyata, ini distilasi sederhana yang sangat sederhana. Distilasi menggunakan alat panci dan tungku saja. Dilakukan selama 3-4 jam hingga (kalau bisa) tersisa minyaknya saja, dan airnya sudah menguap, tinggal sedikit dan terbentuklah endapan.417819
  1. Setelah terlihat ada 2 fasa;padat dan cair, nah cairannya ini berwarna hitam dan endapannya berwarna merah, bisa dipisahkan mengunakan saringan tradisional20170720_130828
  2. Setalah minyak terpisahkan, letakkan dalam wadah, timbang, dan hitung rendemennya.20170720_130910

 

  1. SELESAI!!!!

 

Pada hari kedua kami melakukan hal yang sama, dan berikut hasil pengamatannya

Bobot awal : 1500 g

Bobot akhir : 271 g

Rendemen :

 

Pada hari ketiga kami ditugaskan untuk menghitung bobot kering dari simplisia dan memilah simplisia yang masih layak. Simplisia merupakan sebutan dari tanaman dan hewan yang sudah dikeringkan. Kemudian kami ditugaskan untuk memotong-motong daun kipait lalu ditimbang bobot basahnya dan dikeringkan selama beberapa hari, proses ini adalah proses pembuatan simplisia. Disamping budidaya, UKBB ini bergerak dalam bidang usaha. Penjualan dapat berupa simplisia, polybag berisi bibit, pot, dsb. Setelah itu ada permintaan dari pelanggan yaitu,  80 tanaman temulawak bibit anakan. Kami disini membantu proses memasukkan bibitan anakan ke media. Prosesnya mudah, hanya mencabut anakan dari temulawak kemudian dipindahkan kedalam polybag dan ditambahkan tanah serta kompos dengan komposisi 50:50 atau 75:25. Setelah itu jangan lupa disiram, dan permintaan siap diantar ^^

20170721_111613
Penimbangan stok simplisia
20170719_120451
Istirahat
417816
Pemotongan daun kipait
20170725_082936
Penjemuran
417814
Penanaman bibit anakan bersama Pak Mamad (bag pembibitan)
417810
Penyirapan bibit anakan

 

 

Bogor, 25 Juli 2017

 

Di kostan ternyaman

Jatuh Cinta

tersipu malu ketika dia berbicara? tersenyum sendiri ketika ada chat dari dia? merasa senang ketika ingin bertemu dengannya?

Selamat anda telah masuk zona jatuh cinta..

hmmm.. menarik, berarti kamu sudah siap untuk patah hati 🙂

Cinta adalah fitrah yang telah Allah berikan kepada hamba-Nya. Tapi cinta perlu dijaga, tidak diberikan untuk sembarang orang, tidak untuk manusia yang menebar gombalan sana sini, tidak juga untuk manusia yang menurutmu baik. Kita sebagai manusia harus pandai menjaga hati agar tidak mudah jatuh cinta. Kamu tau kan apa konsekuensi dari jatuh cinta? Yap, patah hati. Ketika jatuh cinta secara tidak sadar kita telah menggantungkan diri dan harapan kepada orang lain. Bagaimana perasaan Allah ketika hamba-Nya lebih memilih menggantungkan harapannya kepada seorang hamba juga? Allah pasti cemburu. Kamu akan dikecewakan ketika kamu berharap dengan selain-Nya.

Namanya juga jatuh cinta, jatuh identik dengan sakit. Nah, dari pada jatuh cinta mending kita bangun cinta bersama-sama dengan Allah, sehingga cinta yang telah kita bangun tidak runtuh dan kokh sampai akhir hayat.

Sebagai pemuda/i seharusnya fikiran akan jatuh cinta perlu di cancel dulu, ada banyak masalah disekeliling kita yang perlu kita atasi, ada impian dan cita-cita yang perlu kita gapai. Tidakkah kau ingin menggapainya? Tidakkah kau ingin menjadi pemuda/i yang bermanfaat untuk sekelilingmu, untuk agama dan negaramu? Nah yuk kita fokus akan karir dan ibadah kita, isi waktu muda kita untuk hal bermanfaat. InsyaAllah ketika sudah waktunya, ada saja jalan Allah untuk bisa mempertemukan seseorang yg telah tertulis di lauhul mahfuz sebagai jodoh kita. Aamiin YaRabb.

Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia. – Ali bin Abi Thalib

Jakarta, 18 Juli 2017