Magang Minggu Ke-2 : Pembibitan, Pemanenan serta Pembuatan Simplisia Sambilotok, Daun Afrika, Sembung, Jati Belanda, dan Kejibeling

Hari pertama di minggu kedua, kami sudah datang ke kebun ternyata para karyawan tidak ada di kebun sedang ada di kantor taman kencana. Akhirnya, kami pulang dan hari tersebut libur. Hari kedua, kami kembali datang namun hanya setengah hari karena kami izin untuk bimbingan dengan dosen. Hari itu kami ditugaskan mengelompokkan simplisia sesuai jenisnya. Lalu setelah itu kami mengikuti Pak Mamad (bagian pembibitan) dan kami diajarkan proses perbanyakan tanaman menggunakan teknik stek.

Perbanyakan tanaman ada banyak cara salah satunya adalah stek. Stek dapat dilakukan untuk tanaman berbiji. Terdapat dua macam stek yaitu stek batang dan stek pucuk. Stek batang, ketika pemotongan bagian dari tanaman hanya batangnya saja tanpa daun, daun-daun dicabut dan batang saja yang ditanam di media yang telah disiapkan. Ciri-ciri stek batang ialah tanaman akan memiliki cabang banyak dari yang hanya memiliki 1 cabang menjadi beberapa cabang. Sedangkan stek pucuk  sebagian daun masih ada di batang dan ditanam di media yang telah disiapkan. Stek pucuk akan menghasilkan tanaman yang tetap tanpa ada cabang lagi. Pertumbuhan stek pucuk lebih cepat dibanding stek batang. Contoh stek batang yaitu puring (bisa juga stek daun) dan stek daun adalah soka. Dimana soka ini hanya bisa stek pucuk. Karena bentuk tanamannya yang khas.

 

20170725_105414[1]
Tanaman puring, ada stek batang dan stek pucuk (yang ada banyak daunnya)
20170725_105226[1]
Tanaman Soka ( stek daun saja)
Ada  yang perlu diperhatikan pada saat penyetekan. Alat yang digunakan, gunting pemotong harus tajam agar pemotongan tidak berulang kali sehingga menyebabkan tanaman terluka. Pada saat tanaman yang ingin di stek sudah dipotong, masukan dalam media kira-kira seperempatnya saja. Proses penanaman dilakukan secara mundur sesuai posisi tubuh, pastikan tangan kita tidak terkena tanaman yang sudah ditanam. Khawatir mengganggu atau melukai tanaman tersebut.

20170726_090712[1]
Daun Hambeleum (Daun ungu)
Media  berderet seperti diatas yang perlu penanaman mundur. Gambar di atas adalah conoth stek daun tanaman hambeleum (daun ungu). Nah, manfaat daun ungu ini sebagai obat abeyen, wasir, dsb.

Selain belajar tentang teknik stek, kami juga diberikan beberapa pengetahuan lain. Kami mambahas sekilas tentang pembibitan. Untuk pembibitan jenis rimpang, rimpang perlu dilakukan perlakuan khusus, seperti merendam dalam suatu larutan atonik untuk menghindari tumbuhnya  bakteri agar tidak busuk saat proses pertumbuhan. Begitupun pada contoh tanaman cabe, biji cabe  perlu direndam air hangat untuk mengurangi masa dorman (istirahat) agar cepat tumbuh.

Komposisi tanah dan pupuk pada media pembibitan di Biofarmaka umumnya 50 :50 kecuali pada bak semai, komposisinya hanya sekam arang dan pasir. Bak semai ini digunakan untuk petumbuhan secara generatif (biji). Bak semai digunakan untuk persemaian biji, sebelum pembibitan di lapang ada baiknya jika pembibitan dimulai dari bak semai. Waktu maksimal bibit di bak semai adalah 12 hari. Sebelum waktu 12 hari itu bibit harus dipindahkan ke media tanam atau ke lapang. Maka dari itu komposisi dari bak semai hanya sekam arang dan pasir fungsi untuk memudahkan pengambilan bibit tanpa harus merusak . Disamping itu , jika bibit semai menggunakan pupuk, pupuk akan sia-sia tidak akan terpakai dalam proses pertumbuhan sebab pada bibit di bak semai belum memeliki sistem penyerapan makanan. Setelah proses penyemaian di bak semai kemudian dipindahkan media tanam, nah tanaman sudah memiliki fungsi penyerapan makanan. Oleh karen itu, pada media tanam sudah diberikan pupuk dan tanah guna keberlangsungan pertumbuhan. Proses pembibitan ini berguna untuk memastikan tanaman yang ditanam bagus atau tidak sehingga sebelum di lapang bisa dipilah terlebih dahulu. Sehingga kegagalan bisa di minimalisir.

Proses selanjutnya adalah pemindahan bibit ke lapang. Proses pemindahannya yaitu tanaman diambil beserta tanahnya. Mengapa diambil? sebab jika tanah dalam media tanam dibuang, khawatir ada akar yang ikut di tanah dan putus dari tanaman  disamping itu tanaman akan sulit beradaptasi dengan lingkungan (tanah) baru di lapang karena perbedaan nutrisi,dsb . Nah,  faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi proses pertumbuhan. Jika pada saat semua bibit yang sudah dipindah ke lapang dan salah satunya ada yang rusak atau busuk maka perlu adanya pergantian bibit. Proses tersebut dinamakan penyulaman. Bibit di lapang yang rusak diganti dengan bibit baru ( sudah ada proses pembibitan)  dengan waktu maksimal seminggu. Jika seminggu tidak diganti makan pertumbuhannya tidak seragama dengan yang lain. Sedikit pengetahuan selanjutnya mengenai pengolahan tanah. Pengolahan tanah jga penting dalam proses pertumbuhan. Pengolahan tanah berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah serta kemampuan drainasi  dan airnasi sebagai penyedia air dan udara dalam tanah. Batas penyulaman sekitar 40% total tanaman, jika lebih dari itu lebih baik mengulang.

Hari ketiga, kami ikut memanen daun sambilotok. Proses panennya diambil daun dan batangnya tidak sampai akar disisakan batang dan daunnya sekiatar seperempatnya agar dapat tumbuh kembali. Sambilotok ini bermanfaat untuk penyakit diabetes, karena sangat pahit. Setelah proses pemanenan, lalu proses pemotongan. Sambilotok ini kelihatannya mudah dipotong tapi pada kenyataannya sulit sekali dipotong harus menggunakan golok atau pisau dengan tenaga ekstra. Serius, sambilotok ini pahit banget, tanpa kita cicip saja, bahkan hanya dihirup dari radius yang tidak begitu dekat membuat mulut dan tenggorokan terasa pahit. Setelah itu, jagan lupa ditimbang bobot kering nya untuk keperluan pendataan lalu proses pengeringan yang akan menjadi suatu simplisia. Pembuatan simplisia ini guna untuk stok serta pengiriman ke pabrik untuk digiling serta dibuat produk.

20170726_085721
Pemanenan
20170726_091952
Pemotongan
20170726_090424
Penimbangan
20170726_140351
Pengeringan

Setelah itu kami membuat simplisia daun afrika, pembuatannya hampir sama daun-daunnya di potong, ditimbang, dikeringkan, guna stock dan pesanan dari pabrik. Nah, sisa hari kami lalui dengan refreshing sambil mengahafalkan daun serta beserta manfataanya dan mengobrol bersama pak Topik.

index
Daun afrika

Hari keempat, kami membuat panen dan membuat daun jati belanda (di bagian kehutanan), kejibeling, dan sembung. Manfaat daun jati belanda untuk kolesterol, kejibeling untuk batu ginjal, dan sembung untuk kerapatan organ kewanitiaan. Untuk daun jati belanda dan kejibeling tidak perlu dipotong-potong, langsung saja dijemur.

images.jpg
Daun jati belanda
keji-beling
Daun kejibeling
20170726_123510.jpg
daun sembung

 

 

Bogor, 28 Juli 2017

di tempat ternyaman kesekian, Ruang Baca Kimia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s